Filsafat Pendidikan sebagai Dasar Pembelajaran Bermakna dalam Kurikulum Tematik SD

  • Nur Widyasti Utami Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Widia Utami Universitas Islam Nusantara
  • Wiwi Widyaningsih Universitas Islam Nusantara
  • Ricky Yoseptry Universitas Islam Nusantara
  • Hendri Abdul Qohar Universitas Islam Nusantara
Kata Kunci: filsafat pendidikan; pembelajaran; kurikulum tematik

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan filsafat pendidikan sebagai dasar pembelajaran bermakna dalam Kurikulum Tematik di Sekolah Dasar. Filsafat pendidikan, khususnya progresivisme, konstruktivisme, dan humanisme, merupakan landasan penting dalam merancang pembelajaran yang holistik, kontekstual, serta berpusat pada peserta didik. Namun, implementasi pembelajaran tematik di sekolah sering menunjukkan adanya kesenjangan antara landasan filosofis kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru, serta analisis dokumen RPP dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang dasar filosofis kurikulum masih bervariasi dan cenderung teknis. Meskipun demikian, beberapa nilai filosofis seperti learning by doing, pembelajaran kontekstual, serta penghargaan terhadap keunikan peserta didik telah muncul dalam praktik, walaupun belum sepenuhnya konsisten. Kontribusi filsafat pendidikan terlihat dari meningkatnya relevansi materi dengan kehidupan nyata, terbangunnya kemandirian belajar, serta terbentuknya proses belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pemahaman filosofis guru sebagai kunci keberhasilan implementasi Kurikulum Tematik dan sebagai upaya membangun pembelajaran yang memerdekakan peserta didik secara intelektual, sosial, dan emosional.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach (9th ed.). McGraw-Hill.

Ausubel, D. P. (2000). The Acquisition and Retention of Knowledge: A Cognitive View. Kluwer Academic.

Bogdan, R., & Biklen, S. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods. Pearson.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE.

Dewey, J. (1938). Experience and Education. Macmillan.

Dewey, J. (1966). Democracy and Education. Free Press.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta.

Emzir. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif. RajaGrafindo Persada.

Fogarty, R. (1991). The Mindful School: How to Integrate the Curricula. IRI/Skylight Publishing.

Freire, P. (2000). Pedagogy of the Oppressed. Continuum.

Hamalik, O. (2014). Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Ghalia Indonesia.

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2015). Models of Teaching. Pearson.

Kemendikbud. (2013). Kurikulum 2013: Kompetensi Dasar Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Kemendikbud RI.

Kemendikbud. (2016). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.

Ki Hajar Dewantara. (1962). Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Ki Hajar Dewantara. (2011). Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan Ki Hadjar Dewantara. Universitas Negeri Yogyakarta Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muzakkir, M. (2021). “Pembelajaran Tematik dalam Kajian Filosofis.” Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 6(3), 145–158.

Nasution, S. (2014). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bumi Aksara.

Ormrod, J. E. (2008). Educational Psychology: Developing Learners. Pearson.

Piaget, J. (1972). The Psychology of the Child. Basic Books.

Rusman. (2017). Pembelajaran Tematik Terpadu: Teori dan Praktik di Sekolah Dasar. RajaGrafindo Persada.

Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Kencana.

Slavin, R. E. (2011). Educational Psychology: Theory and Practice. Pearson.

Sudjana, N. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya.

Sutanto, A. (2020). “Pembelajaran Bermakna dalam Perspektif Konstruktivisme.” JP3: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(2), 215–230.

Trianto. (2014). Desain Pembelajaran Tematik Terpadu. Kencana.

Uno, H. B. (2016). Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Bumi Aksara.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Zais, R. S. (1976). Curriculum: Principles and Foundations. Harper & Row.

Diterbitkan
2026-01-21
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

1 2 3 > >>