Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan yang Memerdekakan dan Implikasinya terhadap Sistem Pendidikan di SMP
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai eksistensialisme dalam proses pendidikan di SMP Negeri 8 Purwakarta. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang menekankan kebebasan individu, tanggung jawab, keaslian diri, serta pencarian makna hidup melalui pilihan yang sadar. Pada era pendidikan modern, terutama di jenjang Sekolah Menengah Pertama, nilai-nilai ini relevan karena siswa berada pada fase perkembangan identitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai eksistensialisme telah muncul dalam beberapa aktivitas pembelajaran, meskipun belum merata. Kebebasan terlihat dari pemberian pilihan cara belajar dan kebebasan berpendapat. Tanggung jawab terlihat dari penekanan guru terhadap disiplin, kesepakatan kelas, dan konsekuensi dari setiap keputusan. Keaslian diri berkembang melalui apresiasi guru terhadap keunikan pendapat siswa. Kegiatan refleksi yang dilakukan sebagian guru membantu siswa memahami makna pelajaran dalam kehidupan nyata. Namun, penerapan nilai eksistensialisme belum menjadi budaya sekolah secara menyeluruh. Beberapa guru masih terfokus pada pencapaian nilai akademik dan belum membangun ruang dialog yang intensif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru, kebijakan sekolah yang mendukung pembelajaran reflektif, serta integrasi prinsip eksistensialisme dalam perencanaan pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan paradigma pendidikan humanistik di Indonesia dan menjadi rujukan bagi sekolah yang ingin mengembangkan pembelajaran berorientasi pada makna diri siswa.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Arif, S. (2021). Pendidikan humanis dalam pembelajaran abad ke-21: Analisis relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Jurnal Filsafat Pendidikan, 15(2), 145–160.
Arifin, Z. (2019). Filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan modern. Alfabeta.
Berk, L. (2021). Child development (10th ed.). Pearson.
Darmiyati, Z. (2018). Pendidikan yang memerdekakan: Gagasan besar Ki Hajar Dewantara. Tiara Wacana.
Dewantara, K. H. (2004a). Bagian I: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Dewantara, K. H. (2004b). Bagian II: Kebudayaan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Dewantara, K. H. (2004c). Bagian III: Kebudayaan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Dewey, J. (2015). Democracy and education. Free Press.
Kemendikbud. (2020). Desain induk pendidikan nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. (2013). Pemikiran dan konsepsi Ki Hajar Dewantara. MLPTS.
Maslow, A. (2019). Motivation and personality. Harper & Row.
Nuraeni, T. (2020). Implementasi nilai-nilai Tut Wuri Handayani dalam pembelajaran SMP. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, 8(1), 34–48.
Rahmawati, D., & Aziz, A. (2022). Relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Kurikulum Merdeka. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 14(3), 215–230.
Rogers, C. R. (2020). Freedom to learn. Prentice Hall.
Sugiharto, R. (2021). Pendidikan memerdekakan sebagai paradigma sekolah humanis. Jurnal Pendidikan Humaniora, 9(4), 256–272.
Suparlan. (2019). Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran dan perjuangannya. Ombak.
Sutjipto, H. (2021). Manajemen pendidikan nasional dan penerapannya. Prenadamedia.
Tilaar, H. A. R. (2017). Kebijakan pendidikan nasional. Rineka Cipta.
Trilling, B., & Fadel, C. (2018). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.
Wiryosuparto, S. (2020). Filsafat pendidikan nasional. Rajawali Press.
Wulandari, F. (2022). Kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun ekosistem belajar merdeka. Journal of Educational Management, 10(1), 60–72.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Jurnal allows anyone to compose, correct, and do derivative works, even for commercial purposes, as long as they credit for the original work. This license is the freest. It is recommended for maximum distribution and use of licensed material.
The submitted paper is assumed not to contain any proprietary materials that are not protected by patent rights or patent applications; The responsibility for technical content and protection of proprietary materials rests with the authors and their organizations and not the responsibility of journal or its editorial staff. The primary (first/appropriate) author is responsible for ensuring that the article has been viewed and approved by all other authors. The author's responsibility is to obtain all necessary copyright waivers to use any copyrighted material in the manuscript before submission.
Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share a copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt a remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.








