Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan yang Memerdekakan dan Implikasinya terhadap Sistem Pendidikan di SMP

  • Sa’ir Apipudin Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Asep Muhammad Ilyas Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Heri Kusnandar Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Ricky Yoseptry Universitas Islam Nusantara, Indonesia
Kata Kunci: eksistensialisme; makna diri; pendidikan humanistic; siswa SMP

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai eksistensialisme dalam proses pendidikan di SMP Negeri 8 Purwakarta. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang menekankan kebebasan individu, tanggung jawab, keaslian diri, serta pencarian makna hidup melalui pilihan yang sadar. Pada era pendidikan modern, terutama di jenjang Sekolah Menengah Pertama, nilai-nilai ini relevan karena siswa berada pada fase perkembangan identitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai eksistensialisme telah muncul dalam beberapa aktivitas pembelajaran, meskipun belum merata. Kebebasan terlihat dari pemberian pilihan cara belajar dan kebebasan berpendapat. Tanggung jawab terlihat dari penekanan guru terhadap disiplin, kesepakatan kelas, dan konsekuensi dari setiap keputusan. Keaslian diri berkembang melalui apresiasi guru terhadap keunikan pendapat siswa. Kegiatan refleksi yang dilakukan sebagian guru membantu siswa memahami makna pelajaran dalam kehidupan nyata. Namun, penerapan nilai eksistensialisme belum menjadi budaya sekolah secara menyeluruh. Beberapa guru masih terfokus pada pencapaian nilai akademik dan belum membangun ruang dialog yang intensif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru, kebijakan sekolah yang mendukung pembelajaran reflektif, serta integrasi prinsip eksistensialisme dalam perencanaan pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan paradigma pendidikan humanistik di Indonesia dan menjadi rujukan bagi sekolah yang ingin mengembangkan pembelajaran berorientasi pada makna diri siswa.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arif, S. (2021). Pendidikan humanis dalam pembelajaran abad ke-21: Analisis relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Jurnal Filsafat Pendidikan, 15(2), 145–160.

Arifin, Z. (2019). Filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan modern. Alfabeta.

Berk, L. (2021). Child development (10th ed.). Pearson.

Darmiyati, Z. (2018). Pendidikan yang memerdekakan: Gagasan besar Ki Hajar Dewantara. Tiara Wacana.

Dewantara, K. H. (2004a). Bagian I: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Dewantara, K. H. (2004b). Bagian II: Kebudayaan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Dewantara, K. H. (2004c). Bagian III: Kebudayaan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Dewey, J. (2015). Democracy and education. Free Press.

Kemendikbud. (2020). Desain induk pendidikan nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. (2013). Pemikiran dan konsepsi Ki Hajar Dewantara. MLPTS.

Maslow, A. (2019). Motivation and personality. Harper & Row.

Nuraeni, T. (2020). Implementasi nilai-nilai Tut Wuri Handayani dalam pembelajaran SMP. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, 8(1), 34–48.

Rahmawati, D., & Aziz, A. (2022). Relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Kurikulum Merdeka. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 14(3), 215–230.

Rogers, C. R. (2020). Freedom to learn. Prentice Hall.

Sugiharto, R. (2021). Pendidikan memerdekakan sebagai paradigma sekolah humanis. Jurnal Pendidikan Humaniora, 9(4), 256–272.

Suparlan. (2019). Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran dan perjuangannya. Ombak.

Sutjipto, H. (2021). Manajemen pendidikan nasional dan penerapannya. Prenadamedia.

Tilaar, H. A. R. (2017). Kebijakan pendidikan nasional. Rineka Cipta.

Trilling, B., & Fadel, C. (2018). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.

Wiryosuparto, S. (2020). Filsafat pendidikan nasional. Rajawali Press.

Wulandari, F. (2022). Kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun ekosistem belajar merdeka. Journal of Educational Management, 10(1), 60–72.

Diterbitkan
2026-01-21
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

<< < 1 2 3 4 5 > >>