STRATEGI PENDIDIKAN TINGGI DALAM MEMBANGUN SMART STUDENT MELALUI LITERASI KRITIS DAN CIVIC SKILL DI UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA

  • Ricky Yoseptry Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Lilis Irmawatie Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Wachyudin Wachyudin Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Arif Firmansyah Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Miftahul Malik Universitas Islam Nusantara, Indonesia
Keywords: smart student, literasi kritis, Civic skill, pendidikan tinggi, pembelajaran abad 21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendidikan tinggi dalam membangun smart student melalui penguatan literasi kritis dan Civic skill di Universitas Islam Nusantara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi informasi yang baik, serta keterampilan kewarganegaraan yang adaptif terhadap dinamika masyarakat digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan tinggi di Universitas Islam Nusantara telah dilaksanakan melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penerapan pembelajaran berpusat pada mahasiswa, serta integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran. Literasi kritis mahasiswa berkembang melalui aktivitas akademik seperti diskusi, analisis studi kasus, dan penulisan ilmiah, meskipun kemampuan evaluasi informasi digital masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, Civic skill mahasiswa berkembang melalui keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan pengabdian masyarakat, dan forum diskusi ilmiah. Integrasi antara literasi kritis dan Civic skill masih dalam tahap penguatan, namun menunjukkan potensi signifikan dalam membentuk karakter smart student.

Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk smart student yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab kewarganegaraan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi kurikulum, metode pembelajaran, dan budaya akademik untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, Z. (2017). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Banks, J. A. (2008). An Introduction to Multicultural Education. Boston: Pearson.
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University. Buckingham: Open University Press.
Branson, M. S. (1998). The Role of Civic Education. Calabasas: Center for Civic Education.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage.
Dewey, J. (1916). Democracy and Education. New York: Macmillan.
Facione, P. A. (2011). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. California: Insight Assessment.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum.
Garrison, D. R., & Anderson, T. (2003). E-Learning in the 21st Century. London: Routledge.
Harden, R. M. (2007). Outcome-Based Education: The Future Is Today. Medical Teacher Press.
Janks, H. (2010). Literacy and Power. New York: Routledge.
Luke, A., & Freebody, P. (1999). Further Notes on the Four Resources Model. Brisbane: Queensland University.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis. California: Sage.
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya
OECD. (2018). The Future of Education and Skills: Education 2030. Paris: OECD Publishing.
Patrick, J. J. (2000). Education for Civic Engagement. Bloomington: Indiana University.
Quigley, C. N. (2014). Civic Education for Democracy. Calabasas: Center for Civic Education.
Schunk, D. H. (2012). Learning Theories: An Educational Perspective. Boston: Pearson.
Ten Dam, G., & Volman, M. (2004). Critical Thinking as a Citizenship Competence. Amsterdam: University Press.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco: Jossey-Bass.
UNESCO. (2021). Digital Literacy in Education. Paris: UNESCO Publishing.
Verba, S., Schlozman, K. L., & Brady, H. (1995). Voice and Equality: Civic Voluntarism in American Politics. Cambridge: Harvard University Press.
Winarno. (2013). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Bumi Aksara.
Suryadi, A. (2016). Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suparno, P. (2015). Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.
Published
2026-07-17
How to Cite
Yoseptry, R., Irmawatie, L., Wachyudin, W., Firmansyah, A., & Malik, M. (2026). STRATEGI PENDIDIKAN TINGGI DALAM MEMBANGUN SMART STUDENT MELALUI LITERASI KRITIS DAN CIVIC SKILL DI UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA. EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 13(1), 110 - 120. https://doi.org/10.47668/edusaintek.v13i1.2283
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>