ANALISIS PERUBAHAN TINGKAT BAHAYA BANJIR DI KOTA BENGKULU PADA TAHUN 2025 DAN 2041

  • Aria Panji Anugerah Institut Teknologi Bandung
  • Cannavaro Vicenzo Richardo Pattiasina Institut Teknologi Bandung
  • Handika Dwi Satria Institut Teknologi Bandung
Keywords: Banjir, Analisis Spasial, Sistem Informasi Geografis, Penggunaan Lahan, Kota Bengkulu

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia dan menjadi permasalahan serius di wilayah perkotaan, termasuk Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tingkat ancaman bahaya banjir di Kota Bengkulu pada tahun 2025 sebagai kondisi baseline dan tahun 2041 sebagai kondisi proyeksi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan melalui metode skoring dan overlay terhadap beberapa parameter yang memengaruhi bahaya banjir, yaitu elevasi, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, kerapatan sungai, dan penggunaan lahan. Perbedaan utama antara kedua tahun analisis terletak pada variabel penggunaan lahan yang disesuaikan dengan rencana pola ruang Kota Bengkulu Tahun 2021–2041. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025 maupun 2041, sebagian besar wilayah Kota Bengkulu berada pada tingkat ancaman bahaya banjir sedang hingga tinggi. Proyeksi tahun 2041 memperlihatkan peningkatan luasan kelas bahaya tinggi yang signifikan, terutama di kecamatan yang mengalami peningkatan kawasan terbangun. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan berperan penting dalam meningkatkan ancaman banjir di Kota Bengkulu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aziza, S. N., Somantri, L., & Setiawan, I. (2021). ANALISIS PEMETAAN TINGKAT RAWAN BANJIR DI KECAMATAN BONTANG BARAT KOTA BONTANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 9(2), 109–120. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/jjpg.v9i2.35173

BNPB. (2025a). Bencana Indonesia 2025. https://gis.bnpb.go.id/arcgis/apps/sites/#/public/pages/bencana-besar-tahun-2025

BNPB. (2025b). IRBI Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2024 (Vol. 03). Perpustakaan Nasional.

BPS. (2025). Kota Bengkulu Dalam Angka 2025 (Vol. 19). Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu.

Bündnis Entwicklung Hilft. (2025). WorldRiskReport 2025.

Darmawan, K., Hani’ah, H., & Suprayogi, A. (2017). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kabupaten Sampang Menggunakan Metode Overlay dengan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 31–40. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/geodesi/article/view/15024

FAO-UNESCO. (1979). Soil Map of The World: South East Asia. In Soil Map of The World: Vol. IX. https://www.fao.org/soils-portal/data-hub/soil-maps-and-databases/faounesco-soil-map-of-the-world/en/

Feng, B., Zhang, Y., & Bourke, R. (2021). Urbanization impacts on flood risks based on urban growth data and coupled flood models. Natural Hazards, 106(1), 613–627. https://doi.org/10.1007/s11069-020-04480-0

Gracia, C., Dewi, C., & Anisa, R. (2023). Analisis Pengaruh Intensitas Curah Hujan terhadap Luas Daerah Genangan Berpotensi Banjir di Kota Bandar Lampung. Datum: Journal of Geodesy and Geomatics, 3(2), 55–65. https://doi.org/10.23960/datum.v3i2.4651

Harto, S. B. (1996). Analisis Hidrologi. Gramedia Pustaka Utama.

Hermon, D. (2012). Mitigasi Bencana Hidrometeorologi: Banjir, Longsor, Ekologi, Degradasi Lahan, Puting Beliung, Kekeringan. UNP Press.

Horton, R. (1945). Erosional Development of Streams and Their Drainage Basins; Hydrophysical Approach to Quantitative Morphology. Geological Society of America Bulletin, 56, 275–230. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1130/0016-7606(1945)56[275:EDOSAT]2.0.CO;2

Keliwar, K. A. H., Rinda, Z. A., Nouri, M. N., Alvianti, V., & Putri, D. A. (2024). Penerapan Kota Spons Di China: Evaluasi Untuk Pembangunan Ibu Kota Mendatang. EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi, 11(4), 2255–2274. https://doi.org/10.47668/edusaintek.v11i4.1336

Kusumo, P., & Nursari, E. (2016). Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir dengan Sistem Informasi Geografis Pada DAS Cidurian Kab. Serang, Banten. Jurnal String, 1(1), 29–38. https://doi.org/https://doi.org/10.30998/string.v1i1.966

Linsley, R. K., Kohler, M. A., & Paulhus, J. (1975). Hydrology for Engineers (2nd ed.). University of Michigan.

Matondang, J. P., Ir. Sutomo Kahar, M. S., & Bandi Sasmito, ST., M. (2013). Analisis Zonasi Daerah Rentan Banjir Dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kota Kendal Dan Sekitarnya). Jurnal Geodesi Undip, 2(2), 103–113.

Pallard, B., Castellarin, A., & Montanari, A. (2009). A look at the links between drainage density and flood statistics. Hydrology and Earth System Sciences, 13(7), 1019–1029. https://doi.org/10.5194/hess-13-1019-2009

USDA. (2009). National Engineering Handbook Chapter 7 Hydrologic Soil Groups.

Weday, M. A., Tabor, K. W., & Gemeda, D. O. (2023). Flood hazards and risk mapping using geospatial technologies in Jimma City, southwestern Ethiopia. Heliyon, 9(4), e14617. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14617

Published
2026-03-30
How to Cite
Anugerah, A., Pattiasina, C., & Satria, H. (2026). ANALISIS PERUBAHAN TINGKAT BAHAYA BANJIR DI KOTA BENGKULU PADA TAHUN 2025 DAN 2041. EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 12(4), 2420 - 2438. https://doi.org/10.47668/edusaintek.v12i4.2209
Section
Articles