https://journalstkippgrisitubondo.ac.id/index.php/join/issue/feedJournal of Community Empowerment and Innovation2026-02-14T15:36:31+07:00Dr. Miftahus Surur, M.Pdsurur.miftah99@gmail.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">Fokus kajian Journal of Community Empowerment and Innovation (JOIN) adalah pada daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), kerjasama antar pemerintah desa, kapasitas organisasi perempuan, kreativitas dan inovasi teknologi informasi dalam pendidikan dan pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, lembaga sosial kemasyarakatan dalam penanggulangan bencana, litigasi penyelesaian sengketa di masyarakat, produktivitas industri pengolahan makanan, kesehatan masyarakat, mendorong pengembangan praksis kebijakan pemerintah, penerapan teknologi tepat guna, inovasi teknologi informasi, dan model pemberdayaan masyarakat dalam kerangka ekosistem pembangunan manusia dan lingkungan flora dan fauna sejalan dengan isu-isu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).</p> <p style="text-align: justify;">e-ISSN: 2829-7776 Indexing: <a href="https://scholar.google.com/citations?user=EkE6pvAAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Scholar</a>, <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/26594?issue=Vol%201%20No%203%20(2022)" target="_blank" rel="noopener">Garuda,</a></p>https://journalstkippgrisitubondo.ac.id/index.php/join/article/view/2198OPTIMALISASI PUPUK ORGANIK LOKAL LUMAJANG: ANALISIS STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN KEBERLANJUTAN DAN PREFERENSI PETANI2026-02-03T22:33:49+07:00Amin Silalahiwatungballa@gmail.comKarnadi Karnadiwatungballa@gmail.comBalthasar Watunglawarwatungballa@gmail.comJhoni Susantojhonisusanto2709@gmail.com<p>Pupuk organik merupakan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan ketahanan pangan di Lumajang, Jawa Timur. P$S Asri Farm Kedungrejo menghadapi tantangan kompetisi dari produsen pupuk dari Banyuwangi, seperti Pupuk Gondruwo, yang menawarkan produk dengan tingkat kepuasan pelanggan mencapai 80%. Data kuantitatif menunjukkan bahwa 65% petani beralih ke pupuk dari Banyuwangi, sementara hanya 35% tetap memilih produk lokal. Peningkatan hasil panen mencapai 15% setelah penggunaan pupuk Banyuwangi. Pengabdian ini mengkaji pengaruh adopsi pupuk luar terhadap keberlanjutan bisnis lokal dan faktor yang mpengaruhi preferensi petani, termasuk kepercayaan dan kualitas produk. Berdasarkan analisis SWOT dan survei terhadap petani, strategi yang disarankan meliputi diversifikasi produk, penguatan branding, serta edukasi petani tentang keunggulan pupuk lokal. Selain itu, kolaborasi strategis dengan produsen dari Banyuwangi dapat meningkatkan daya saing produk lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa, meskipun kompetisi cukup ketat, inovasi dan pemasaran yang tepat dapat memastikan keberlanjutan dan pengembangan usaha. Kesimpulan menunjukkan perlunya inovasi produk dan peningkatan kualitas serta pemasaran berbasis komunitas untuk mempertahankan pasar lokal dan mendukung keberlanjutan usaha.</p>2026-02-03T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://journalstkippgrisitubondo.ac.id/index.php/join/article/view/2172PEMBERDAYAAN ENTREPRENEURSHIP MELALUI PRODUK KAIN TENUN MELAYU PONTIANAK2026-02-14T15:36:31+07:00Hastiani Hastianiastidedek@gmail.com<p>This community service program was initiated in response to the limited involvement of local adolescents in inheriting traditional weaving skills as a distinctive Malay cultural heritage of Pontianak. Implemented by a team of lecturers from the Guidance and Counseling Study Program in Gang Sambas Jaya, Batu Layang, the program aimed to strengthen community entrepreneurial competencies while enhancing adolescents’ cultural awareness and identity formation. The activities incorporated educational outreach to elementary, junior high, and senior high schools to promote the utilization of Rumah Tenun Melayu as a local wisdom–based learning resource. The program adopted training and mentoring approaches in collaboration with Kak Kurnia, founder and manager of Rumah Tenun Melayu, involving 50 weaving cadres and adolescents. The intervention covered practical weaving techniques, the development of philosophically meaningful Malay patterns, intellectual property rights literacy, and the optimization of digital marketing through social media platforms. The findings indicate increased adolescent engagement, awareness, and active participation in preserving and disseminating local woven products in digital spaces.</p>2026-02-14T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##