PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

  • Dyan Yuliana
  • Rouza Ussiza Aulia Sisma
Keywords: penerapan model pembelajaran SAVI, minat belajar, hasil belajar.

Abstract

Pembelajaran yang monoton dan kurang bersahabat menyebabkan peserta didik merasa bosan dan kurang berminat untuk belajar, sehingga pembelajaran belum dapat mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini sesuai dengan hasil observasi mengenai minat dan nilai peserta didik, bahwa minat belajar peserta didik di MTs Nurul Jadid, khususnya kelas VIII-C masih tergolong rendah dan nilai praktik peserta didik masih kurang. Banyak peserta didik yang masih malas mengerjakan tugas yang diberikan guru, keaktifan serta partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran masih rendah. Selain itu, masih banyak peserta didik yang kurang mampu dalam mengaplikasikan teori pembelajaran kedalam praktiknya. Guru dapat membantu proses ini dengan cara membuat informasi menjadi sangat bermakna, relevan bagi peserta didik, dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan dan menerapkan sendiri ide-idenya. Guru harus mampu mengadakan inovasi pembelajaran TIK yang efektif dan menyenangkan. Salah satu alternatif  yang dapat digunakan dengan menerapkan  model pembelajaran SAVI ( Somatis, Auditori, Visual dan Intelektual). Model pembelajaran SAVI cenderung mengajak peserta didik untuk lebih aktif baik dari segi mental ataupun fisik. Selain itu, SAVI juga mampu mengatasi tipe belajar peserta didik yang berbeda, baik secara somatis, audiotori, ataupun visual. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK yaitu peneliti berkolaborasi dengan guru yang ditetapkan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Ada dua jenis pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII-C yang terdiri dari 22 peserta didik. Untuk mengetahui minat belajar dan hasil belajar TIK peserta didik diberikan angket minat belajar dan ulangan harian pada setiap akhir siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket, wawancara, tes dan dokumentasi. Peneliti menggunakan keabsahan isi dan pengecekan data. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SAVI dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Peningkatan minat belajar peserta didik ditunjukkan dengan persentase pada prasiklus sebesar 74%, siklus I sebesar 78% dan pada siklus II meningkat menjadi 86% dengan kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar peserta didik setelah siklus I meningkat dari 73% menjadi 82% peserta didik yang tuntas, pada siklus II hasil belajar peserta didik memperoleh 91% peserta didik yang tuntas dan 9% peserta didik yang tidak tuntas. Dengan demikian penerapan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan minat belajar peserta didik sehingga hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan.

Published
2019-07-24